Davina Karamoy Ungkap Momen Mengharukan Saat Surah Al-Isra Ubah Hidupnya

Perjalanan spiritual setiap orang selalu menyimpan cerita yang unik dan penuh makna. Begitu pula dengan kisah mualaf yang dialami oleh Davina Karamoy. Keputusan besar dalam hidupnya untuk memeluk agama Islam disebut berawal dari pengalaman yang ia rasakan saat membaca dan memahami Surah Al-Isra.
Davina mengaku bahwa proses pencarian spiritualnya tidak terjadi secara instan. Sejak lama, ia sudah memiliki rasa ingin tahu terhadap ajaran Islam. Lingkungan pertemanan dan sejumlah pengalaman pribadi membuatnya mulai membuka diri untuk belajar lebih dalam tentang agama tersebut. Namun, saat itu ia masih berada pada tahap mencari dan belum benar-benar yakin.
Titik balik itu datang ketika ia membaca Surah Al-Isra. Surah yang dikenal juga sebagai Bani Israil ini memiliki banyak pesan tentang keimanan, perjalanan spiritual, hingga kekuasaan Allah. Davina mengaku merasakan ketenangan yang berbeda ketika membaca terjemahan dan tafsir dari surah tersebut. Ia merasa seperti menemukan jawaban atas kegelisahan yang selama ini ia rasakan.
Dalam beberapa kesempatan, Davina bercerita bahwa ada satu ayat yang begitu menyentuh hatinya. Ayat tersebut berbicara tentang petunjuk dan bagaimana setiap manusia diberikan jalan untuk memilih kebenaran. Bagi Davina, kalimat itu terasa sangat personal, seolah menjadi jawaban atas doa-doanya selama ini.
Tak hanya berhenti pada perasaan haru, pengalaman tersebut justru membuatnya semakin giat mempelajari Islam. Ia mulai rutin membaca Al-Qur’an, berdiskusi dengan teman-teman yang lebih dulu memeluk Islam, hingga mencari referensi dari berbagai sumber. Proses itu berlangsung cukup lama karena ia ingin memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar datang dari hati, bukan karena tekanan siapa pun.
Davina juga menegaskan bahwa keputusannya menjadi mualaf bukanlah karena faktor pasangan atau tuntutan pekerjaan. Ia ingin publik mengetahui bahwa ini adalah pilihan pribadi yang lahir dari keyakinan mendalam. Baginya, iman adalah urusan hati dan hubungan langsung antara manusia dengan Tuhan.
Setelah melalui proses panjang dan penuh pertimbangan, Davina akhirnya mantap mengucapkan dua kalimat syahadat. Momen tersebut menjadi salah satu titik paling emosional dalam hidupnya. Ia merasakan kelegaan sekaligus kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Sejak resmi menjadi mualaf, Davina mengaku hidupnya terasa lebih terarah. Ia mulai belajar menjalankan ibadah secara bertahap, mulai dari salat hingga memahami makna puasa dan zakat. Ia menyadari bahwa perjalanan sebagai seorang Muslimah masih panjang, tetapi ia siap menjalaninya dengan penuh kesungguhan.
Kisah Davina Karamoy ini pun menuai beragam respons dari publik. Banyak yang memberikan dukungan dan doa agar ia istiqamah dalam menjalankan keyakinan barunya. Tak sedikit pula yang menjadikan ceritanya sebagai inspirasi tentang bagaimana hidayah bisa datang melalui cara yang tak terduga.
Surah Al-Isra yang menjadi awal perjalanannya memang dikenal memiliki pesan mendalam tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj, sekaligus pengingat tentang pentingnya keimanan dan keteguhan hati. Bagi Davina, surah ini bukan sekadar bacaan, melainkan pintu yang membawanya pada keyakinan baru.
Kini, Davina memilih untuk menjalani hidup dengan lebih tenang dan fokus memperbaiki diri. Ia berharap keputusannya ini dapat diterima dengan baik oleh semua pihak, terutama keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Perjalanan spiritual setiap orang tentu berbeda-beda. Namun kisah Davina Karamoy menunjukkan bahwa hidayah bisa datang kapan saja dan melalui apa saja. Yang terpenting adalah kesiapan hati untuk menerima dan keberanian untuk mengambil langkah besar dalam hidup.